Tampilkan postingan dengan label liburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liburan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Mei 2013

Pemancingan/Rumah Makan Nuansa Jawa Di KENDAL


Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul

Pintu depan wisata kampoeng djowo
Sensasi Wisata Agro di Desa Wisata Kampoeng Djowo
Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul Terletak di Desa Mergosari Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal. Berada di suasana pedesaan dan udaranya yang masih cukup dingin membuat Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul ini ramai sekali dikunjungi pengunjung. Kembali ke Alam, Setelah seminggu penuh dengan segala kesibukan, merasakan segarnya udara pedesaan dan pemandangan alam yang asri dan indah akan memberi inspirasi dan menyegarkan pikiran sehingga dapat beraktifitas kembali dengan penuh semangat. Kehidupan modern seringkali membuat kita semakin jauh dari alam. Padahal, alam yang indah adalah karunia Tuhan yang setiap saat dapat kita nikmati. Riuhnya kicau burung, hamparan sawah yang luas, hijaunya perbukitan, serta gemercik air disungai di lingkungan alam pedesaan semakain lama menjadi semakin asing. Di Desa Wisata Kampoeng Djowo ini dengan fasilitas Penginapan Rombongan dan keluarga, Wisata Out Bound dan Edukasi, Taman bermain dan Bumi perkemahan, Flying Fox, Tanaman hias dan Kebun buah, Selamatan dan Ruwatan, Hotspot Area, Kolam Renang dan Pondok dahar, Pesta kebun dan Pesta pernikahan. Tempat ini juga merupakan salah satu tempat yang indah untuk Pre Wedding.
Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul:
Alamat: Desa Margosari, Kec. Limbangan Kab. Kendal
Nomor Telepon : 024 – 70190799 / 081 57777 500 / 0888 6554 999
Website: www.kampoengdjowo.com
e-mail : info@kampoengdjowo.com
Koordinat GPS: 7, 8′ 19.71″LS 110, 18′ 2.65″BT
Google Map coordinate: -7.138808, 110.30074
Rute menuju ke lokasi:
1. Dari Simpang Lima Semarang ke arah barat melalui ngaliyan – BSB – terus saja melalui jalan Semarang Boja tersebut, setelah sampai Gunungpati, jika ada persimpangan selalu ada papan petunjuknya. Jarak dari Simpang Lima melalui rute ini sekitar 27 Km.
2. Dari Simpang Lima Semarang ke Arah selatan melalui Ungaran, dari alun alun Ungaran ke barat terus menuju Gunungpati, jalan terus arah barat hingga pertigaan pasar Gunungpati ambil jalan yang agak serong kiri, terus saja hingga sampai Jalan Semarang Boja lalu belok kiri, mulai jalan ini selalu ada tanda penunjuk lokasi. Jarak melalui rute ini lebih jauh 10Km dari rute yang pertama.

Pemandian air panas di KENDAL


Pemandian Air Panas Gonoharjo Kendal



Wisata Gono Harjo - Kendal, lokasi wisata ini berada di desa Limut Kecamatan Boja - Kabupaten Kendal. Perjalanan menuju Gono Harjo, star dari Semarang bisa ditempuh dalam waktu kira-kira 1 jam perjalanan.
Jika sudah sampai di Cangkiran - perbatasan Semarang - Kab. Kendal. ada dua jalur yang bisa dilalui untuk menuju daerah wisata ini. Pertama, lewat Cangkiran lurus melewati bekas peternakan konon dulunya milik keluarga Pak Suharto (Presiden RI ke 2). Jalur kedua melewati Cangkiran arah Polaman Kecamatan Gunungpati terus belok ke Selatan menuju desa Puguh - Boja.
Memulai masuk dua jalur tersebut, perubahan udara mulai terasa. Udara sejuk akan sangat bisa dirasakan hingga sampai di Gono Harjo. Jalanan yang dilalui relatif berkelok-kelok naik mulai dari Cangkiran sampai lokasi wisata.
Wisata Alam

Gono Harjo, menawarkan wisata pemandangan alam lereng Gunung Ungaran. Selain itu, wisatawan dapat menikmati pemandian air panas, air belerang yang berasal dari perut bumi Gunung Ungaran. Ini sensasi pertama yang bisa dinikmati wisatawan, setelah lelah perjalanan begitu mandi air panas belerang, rasa penat-penat hilang.
Masih dalam kawasan Gono Harjo, tepatnya lokasi wisata Hutan dan Air Terjun yang dikelola oleh Perhutani, wisatawan dapat menjelajahi kawasan Hutan Lereng Gunung Ungaran yang masih lebat dengan berbagai macam tanaman dan pohon-pohon besar. Semakin ke dalam jalanan menajak dan licin, wisatawan akan mendapatkan pemandangan asri air terjun Gono Harjo.
Wisatawan yang memiliki hobi haiking, bisa mengambil rute Gono Harjo - Promasan. Untuk menuju Promasan, akan menempuh jalur perkebunan teh Medini. Sebaiknya, bila belum pernah melalui jalur ini, sebaiknya menggunakan pemandu dari penduduk setempat. Mengingat jalur perkebunan teh ini begitu berliku dan relatif sangat luas.
Dari Promasan - maka puncak Gunung Ungaran tinggal sepenggalah. Pasalnya, Promasan merupakan desa terakhir yang berada tepat di bawah Gunung Ungaran. Di sekitar Promasan ini wisatawan dapat menelusuri goa peninggalan Jepang atau sering disebut gua Jepang.
Bila ingin menikmati sensasi alam pegunungan Ungaran maka, bermalamlah di desa Promasan. Kemudian pada tengah malam sekitar pukul 01.00 WIB dapat memulai pendakian ke puncak Ungaran, tepat menjelang fajar, indahnya panorama ketika matahati terbit, sensasi alam itu akan dapat anda nikmati hingga matahari benar-benar meninggi meninggalkan pagi hari.

Pantai bandengan, jepara jateng

Kali ini kita sedikit ke timur dari Semarang, ke sebuah pantai di Jepara, tak terlalu jauh dari Kota Semarang. Pantai ini bernama Pantai Bandengan yang ada di desa Bandengan, kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pantai yang terletak di pesisir pantai utara Jawa ini menjadi salah satu tempat wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi. Pada musim liburan, pantai Bandengan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Sebutan nama Pantai Bandengan ini erat kaitannya dengan salah satu legenda asal usul kepulauan pulau karimunjawa, yand dalam legenda dikisahkan Amir Hasan putra Sunan Muria yang diperintahkan untuk pergi memperdalam dan sekaligus mengembangkan ilmu agama ke Kepulauan Karimunjawa. Ketika sampai di pantai ini, mereka menemukan banyak Ikan Bandeng sehingga wilayah itu dinamakan Desa Bandengan yang lantas pantainya biasa juga disebut sebagai Pantai Bandengan.Pantai ini sebenarnya bernama Pantai Tirta Samudera atau Pantai Tirto Samudro yang merupakan salah satu obyek wisata unggulan di Jepara, kota kelahiran salah satu Pahlawan Nasional R.A. Kartini. Pantai ini airnya jernih dan berpasir putih ini berjarak sekitar 7 KM dari pusat kota Jepara. Dahulu Pantai Bandengan ini dikelola warga sekitar, dan mulai tahun 1987 pengelolaannya di ambil alih oleh Pemerintah Kabupaten Jepara dengan tetap memprioritaskan pemberdayaan masyarakat setempat. Pantai ini cocok untuk menjadi tempat wisata pantai seperti berenang, berperahu, bermain voli pantai atau sekadar bersepeda di pinggir pantai.Satu lagi yang menarik yakni hamparan pepohonan yang rimbun dan hijau di sekitar pantai yang membuat suasana di Pantai Bandengan begitu sejuk dan nyaman. Keindahan pantai di sini sebenarnya tak kalah dibandingkan dengan keindahan pantai di Bali. Jika lelah dan ingin beristirahat, di Pantai Bandengan ini terdapat resort yang dapat dijadikan tempat menginap. Setelah beristirahat malam hari, pada pagi hari Anda juga dapat menikmati sajian panorama matahari terbit di Pantai Bandengan.
hamparan pasir putih

Selasa, 21 Mei 2013

pagelaran ramayana


RAMAYANA BALLET PURAWISATA
Pagelaran Sendratari Ramayana Paling Sering di Dunia

Seperti apa hasilnya jika rangkaian kisah yang terpahat di Candi Prambanan divisualisasikan dan dikemas menjadi pertunjukan seni? Pagelaran Sendratari Ramayana yang menjadi jawabannya. Cerita yang diambil dari epos karya Walmiki ini diangkat menjadi pertunjukan menawan yang memadukan aneka ragam unsur kesenian mulai dari seni tari, musik, drama, lagu, hingga pemilihan kostum, make up, tata pangung dan tata cahaya yang megah sehingga menjadi pertunjukan seni yang digemari oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Berbeda dengan pertunjukan Ramayana Ballet di Candi Prambanan yang hanya dilaksanakan pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu, pertunjukan Sendratari Ramayana di Purawisata dilangsungkan setiap hari tanpa henti, tanpa mempedulikan cuaca atau jumlah pengunjungnya. Saat ini Pertunjukan Sendratari Ramayana Purawisata telah memasuki tahun ke-36 sejak pertama kali digelar. Kesetiaan dan konsistensi Sendratari Ramayana Purawisata dalam menggelar Sendratari Ramayanan setiap hari telah mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Pertunjukan Sendratari Ramayana di Purawisata terbagi dalam beberapa babak yang keseluruhan ceritanya disajikan melalui gerak tubuh atau tarian, tanpa ada dialog dalam setiap babaknya. Alunan gending jawa nan merdu mengalun lembut mengiri para penari cantik yang menggerakkan badannya dengan lemah gemulai. Sesekali terdengar sinden mendendangkan lagu dalam Bahasa Jawa. Saat adegan dipanggung berganti dengan munculnya Rahwana atau Hanoman dan pasukan kera, gending pun berubah menjadi rancak. Panggung semakin ramai saat adegan perang dimulai, dan pertunjukan semakin memikat saat terjadi adegan Anoman Obong. Usai menikmati pertunjukan, Anda bisa mengambil gambar bersama pemain di atas panggung.

Selain menyajikan pagelaran Sendratari Ramayana, di Purawisata juga terdapat Gazebo Garden Restaurant yang bisa dijadikan lokasi dinner romantis atau tempat merayakan kebersamaan dengan orang-orang tercinta. Biasanya wisatawan mancanegara membeli tiket terusan untuk makan malam di Gazebo Garden Restaurant sekaligus menyaksikan pertunjukan Sendratari Ramayana. Tak hanya itu, Purawisata juga menyediakan paket pernikahan dengan konsep garden party yang mampu menampung 1500 tamu undangan.

Harga Tiket:

Pertunjukan Sendratari Ramayana: Rp. 160.000 (pk 20.00 - 21.30 WIB)
Pertunjukan Sendratari Ramayana + dinner di Gazebo Garden Restaurant: Rp. 270.000 (pk 19.00 - 21.30 WIB)
Keterangan:Tersedia harga khusus untuk rombongan

Galeri Foto RAMAYANA BALLET PURAWISATA

Klik gambar untuk memperbesar


sumber : yogyes.com

candi kedulan


Mengungkap Teka-Teki Bendungan Kuno di Sekitar Candi Kedulan

Candi Kedulan adalah sebuah candi bercorak Hindu yang terdapat di Dusun Kedulan, kurang lebih 3 kilometer dari Candi Kalasan. Candi ini ditemukan secara tak sengaja oleh para penambang pasir pada 24 November 1993. Kesenangan yang berbeda akan didapatkan bila mengunjungi candi ini, sebab anda bisa menikmati proses rekonstruksi candi yang sangatlah rumit.
Lokasi penggalian sedalam 7 meter akan langsung ditemui begitu tiba di kompleks candi ini. Lokasi penggalian itu berisi batu-batu candi yang tersebar ke segala penjuru dan bagian kaki candi induk yang tampak masih menyatu. Di lokasi penggalian inilah kompleks Candi Kedulan yang terdiri dari 1 candi induk dan 3 candi perwara (pendamping) semula berdiri. Kini, bagian kaki candi induk tengah diuji kekokohannya agar dapat ditumpangi batu-batu lain pada tahap selanjutnya.
Mengelilingi daerah sekitar lokasi penggalian, akan dijumpai batu-batu candi yang tengah direkonstruksi dengan cara mencocokkan batu satu dengan batu lainnya. Batu yang telah berhasil dicocokkan diberi simbol-simbol tertentu yang ditulis menggunakan kapur. Tampak konstruksi sementara bangunan pagar pembatas selasar candi, atap, bilik candi dan beberapa bagian tubuh candi lainnya. Terlihat pula lingga dan yoni yang diduga merupakan komponen yang mengisi bilik candi.
Beberapa ornamen yang menghias candi sudah bisa dinikmati keindahannya walau candinya sendiri masih dalam tahap rekonstruksi. Misalnya, relief naga di bawah yoni yang diperkirakan mengisi bilik utama candi induk, figurnya berbeda dengan naga penghias yoni candi di Jawa Tengah lainnya sebab terlihat memiliki rahang. Terdapat pula relief dewa di beberapa bagian dinding candi, hiasan sulur-suluran, roset, serta relief motif batik.
Selesai berkeliling, YogYES sempat berbincang dengan salah seorang staf bernama Haryono. Ia bercerita betapa sulitnya menyusun kembali bangunan yang telah runtuh itu. Ada ratusan batu yang harus dicocokkan agar candi bisa berdiri lagi, padahal untuk mencocokkannya tak ada petunjuk sama sekali.Saking sulitnya, seorang pekerja kadang hanya mampu mencocokkan satu batu dengan satu batu lainnya dalam kurun waktu seminggu. Betul, bagaikan menyusun sebuah puzzle raksasa.
Kalau memasuki ruang informasi di sebelah lokasi penggalian, anda bisa mengetahui perkiraan rancangan Candi Kedulan. Dari hasil diperkirakan, candi induk memiliki tinggi 8 meter, terbagi menjadi bagian kaki, tubuh dan atap. Tubuh candi terdiri dari 10 lapis batu dengan tinggi 2,4 meter, memiliki beberapa relung yang berisi arca Ganesha (anak Dewa Siwa), Agastya, Durga (isteri Dewa Siwa), Nandaka dan Nandiswara (kendaraan Dewi Durga), serta mempunyai selasar sempit yang diduga hanya bisa dimasuki orang-orang tertentu. Atap candi terdiri atas 13 lapis batu andesit. Dari keterangan diatas bisa diperkirakan bahwa arsitekturnya secara keseluruhan mirip dengan Candi Sambisari.
Di ruang informasi itu pula, anda bisa melihat puing-puing puing-puing mangkuk berhias dan barang gerabah yang diduga digunakan dalam ritual peribadatan di candi ini. Selain itu, ada juga kayu-kayu yang berasal dari pepohonan yang tumbuh semasa candi ini berdiri. Haryono bercerita pada YogYES bahwa salah satu serpihan kayu pohon itu pernah dibawa seseorang untuk diukir, namun dikembalikan lagi sebab orang yang membawanya justru mengalami petaka.
Beberapa foto benda-benda lain yang ditemukan selama penggalian juga bisa dilihat di ruang informasi. Ada foto arca dewa berbahan perunggu dan foto prasasti Pananggaran dan Sumudul yang ditemukan pada tahun 2003. Pada dinding ruangan, terdapat gambaran lapisan tanah tempat batu-batu candi ditemukan, serta foto-foto yang menggambarkan proses penggalian yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Pada 12 Juni 2003, ditemukan 2 buah prasasti di lokasi penggalian. Prasasti yang ditulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta tersebut sudah berhasil dibaca oleh dua epigraf dari Jurusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, yaitu Dr Riboet Darmoseotopo dan Tjahjono Prasodjo MA. Berangka tahun 791 Saka (869 Masehi, atau sekitar 10 tahun setelah candi Prambanan berdiri), isinya tentang pembebasan pajak tanah di Desa Pananggaran dan Parhyangan, pembuatan bendungan untuk irigasi, pendirian bangunan suci bernama Tiwaharyyan serta ancaman kutukan bagi siapapun yang tidak mematuhi aturan.
Beberapa arkeolog menduga bahwa prasasti tersebut berkaitan dengan pendirian Candi Kedulan. Bangunan suci Tiwaharyyan diduga merupakan Candi Kedulan itu sendiri. Desa Pananggaran yang diceritakan pada prasasti diduga berada di wilayah sekitar candi, begitu pula bendungan yang dimaksud. Namun sampai kini belum ditemukan jejak bendungan kuno yang dimaksud. Mungkin bendungan itu dibangun di Sungai Opak yang berjarak ±4 km dari lokasi candi, atau mungkin juga di sungai yang kini sudah tidak ada lagi karena tertutup lahar letusan Gunung Merapi seribu tahun silam.
Banyaknya teka-teki yang menunggu untuk dipecahkan beserta pesona komponen candi menjadikan berwisata ke Candi Kedulan menarik untuk dilakukan. Kondisi candi yang masih dalam tahap rekonstruksi justru menambah kesenangan ketika mengunjunginya.



sumber : yogyes.com

Senin, 20 Mei 2013

kaliurang-jogja


KALIURANG - Plesir ala Nyonya dan Meneer

Pada awal abad ke-19, sejumlah ahli geologi Belanda yang tinggal di Yogyakarta, bermaksud mencari tempat peristirahatan bagi keluarganya. Mereka menyusuri kawasan utara yang merupakan dataran tinggi. Sesampainya di Kaliurang yang berada di ketinggian 900 meter dari permukaan laut, para "meneer" tersebut terpesona dengan keindahan dan kesejukan alam di kaki gunung itu. Mereka akhirnya membangun bungalow-bungalow dan memutuskan kawasan itu sebagai tempat peristirahatan mereka.

Perjalanan menuju kaliurang dari arah Jogja akan mengingatkan kita pada lukisan pemandangan saat masih di taman kanak-kanak. Sebuah gunung dengan jalan di tengahnya serta hamparan hijau yang membentang di kedua sisinya dihiasi dengan rumah penduduk, akan menghilangkan penat dalam bingkai lukisan alam.



Diselimuti angin yang berhembus sejuk, bahkan di saat mentari tepat di atas kepala, kesejukan itu masih terasa. Udara yang menari melewati pepohonan dan turun dengan gemulai, memberi rasa segar ketika menerpa tubuh.

Pemandangan Gunung Merapi memberi sensasi tersendiri di kawasan ini. Bagaikan seorang gadis desa yang menutup tabirnya bila sengaja diperhatikan, gunung ini akan tertutup kabut seolah malu bila sengaja datang untuk melihatnya.

Menyusur sisi barat Bukit Plawangan sejauh 1100 meter, menempuh perjalanan lintas alam, melalui jalan tanah yang diapit pepohonan dan lereng rimbun, deretan 22 gua peninggalan Jepang menjadi salah satu keunikan wisata alam Kaliurang.

Di samping keindahan alamnya, Kaliurang juga mempunyai beberapa bangunan peninggalan sejarah. Diantaranya adalah Wisma Kaliurang dan Pesangrahan Dalem Ngeksigondo milik Kraton yang pernah dipakai sebagai tempat berlangsungnya Komisi Tiga Negara. Atau Museum Ullen Sentalu yang sebagian bangunannya berada di bawah tanah. Museum ini menguak misteri kebudayaan dan nilai-nilai sejarah Jawa, terutama yang berhubungan dengan putri Kraton Yogyakarta dan Surakarta pada abad ke-19.

Kawasan Rekreasi Keluarga

Berjarak 28 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, Kaliurang kini menjadi sebuah kawasan wisata alam dan budaya yang memikat, serta menjadi tempat yang menyenangkan untuk rekreasi keluarga.

Bersantai dengan keluarga, orang tua bisa bersantai sambil mengawasi anak-anak bermain di Taman Rekreasi Kaliurang. Di dalam taman seluas 10.000 meter persegi anak-anak bisa bermain ayunan, perosotan, atau berenang di kolam renang mini. Selain itu di taman yang dihiasi oleh patung jin ala kisah 1001 malam dan beberapa jenis hewan ini, anak-anak juga bisa bermain mini car atau memasuki mulut patung seekor naga yang membentuk lorong kecil dan berakhir di bagian ekornya.

Sekitar 300 meter ke arah timur laut dari taman rekreasi terdapat Taman Wisata Plawangan Turgo. Di kawasan taman wisata ini terdapat kolam renang Tlogo Putri yang airnya berasal dari mata air di lereng Bukit Plawangan. Bermain ayunan atau bercanda bersama keluarga di taman bermain yang berada di dalam taman wisata, rasa lelah akan lebur dalam rimbunnya taman perhutani.

Melangkahkan kaki menyusuri sisi timur, melihat beberapa ekor monyet yang berloncatan dan berayun di dahan, menikmati kicau burung di jalur berbatu susun dan tangga berundak di jalan menanjak sejauh 900 meter; mungkin akan sedikit melelahkan, tetapi pemandangan Gunung Merapi di saat cuaca cerah dari Bukit Pronojiwo, akan menggantikan rasa lelah dengan kekaguman. Pada perjalanan ke puncak Pronojiwo, YogYES sempat adu lari dengan seorang turis asing asal Inggris bernama Nick (47 tahun). Meski memenangkan adu lari, tapi perasaan menyatu dengan suasana alamlah yang paling membahagiakan. Air minum yang dijual oleh wanita penjaja minuman di puncak Pronojiwo bisa melepas rasa dahaga sambil menikmati Merapi yang berdiri tegak di tengah rimbunnya hamparan hijau. Setiap hari libur, Merapi bisa dilihat melalui teropong yang disewakan dengan tarif Rp.3000 selama 30 menit.

Sesampainya kembali di lokasi taman bermain, bersantailah sejenak di Tlogo Muncar. Meredakan letih sambil menikmati air yang terjun di sela-sela bebatuan. Biasanya air akan mengalir dengan deras di musim penghujan.

Jika ingin menikmati pemandangan Kaliurang, para pengunjung bisa berkeliling menggunakan kereta kelinci yang dikenal dengan istilah sepoer. Kendaraan ini biasa mangkal di depan taman wisata yang dipenuhi dengan kios-kios penjaja makanan. Jalur yang dilaluinya mengitari kawasan wisata Kaliurang dari timur ke barat. Melewati gardu pandang yang terletak di sebelah barat, Merapi akan terlihat jelas ketika cuaca cerah. Tarif untuk menaiki kendaraan ini Rp.3.000 per orang jika yang naik minimal tujuh orang. Untuk perjalanan eksklusif, Rp.20.000 akan membuat perjalanan layaknya seorang bangsawan.

Bila ingin merasakan sejuknya angin dan heningnya malam di Kaliurang, berbagai villa, bungalow, pesanggrahan atau pondok wisata bisa menjadi pilihan. Tarifnya juga beragam, mulai dari yang 25 ribuan hingga 200 ribuan. Beberapa penginapan yang bisa anda nikmati, antara lain: Bukit Surya (paling disarankan), Puri Indah Inn (bintang 3), Wisma Sejahtera, dll.

Sebelum pulang pastikan untuk membawa sedikit oleh-oleh yang dijajakan. Mulai dari buah-buahan produksi petani lokal hingga makanan khas yakni tempe dan tahu bacem serta jadah (makanan yang terbuat dari beras ketan dan parutan kelapa).

Hamparan hijau di kaki gunung, udara sejuk dan segala paket kemewahan alamnya, akan meredakan segala kepenatan dan memberikan kesegaran dari hiruk pikuknya perkotaan. (YogYES.COM)

Galeri Foto KALIURANG

Klik gambar untuk memperbesar

sumber :  http://www.yogyes.com

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites